Featured Post Today
print this page
Latest Post

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PROCESS




Respek Kolaborasi dan Aliansi Strategi untuk menciptakan nilai tambah adalah kata kunci dalam merancang dan merencanakan proses kerja industry baik produk maupun jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Berbasis pada rantai pasok, rantai nilai, peta operasional dan proses bisnis yang merupakan elemen dasar untuk merancang rantai pasok perusahaan yang berdaya saing dan berkelanjutan. 

Pelatihan ini dibangun dan dikembangakan  agar kita tidak hidup dalam ekonomi dan industri yang terbelenggu dan paradoks.

Pembicara :
  1. Ir. MathiyasThaib, MEB, PMCE
  2. Ir. EriLaksmono, MBA

Tempat       : Marcantile Atheletic Club Penthouse
Tanggal      : 02- 03  Desember  2014
Waktu         : 08.00 s/d 17.00 WIB
Investasi     : Rp. 2.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone       : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 5816359
Mobile       : 0858-1444-3062
Email         : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter       : @mikomunitas
Website    : www.mikomunitas.com

BUSINESS PROCESS DESIGN



Business process saat ini menjadi Hot Topic di banyak perusahaan, hal ini terkait dengan keinginan pelaku usaha untuk dapat memetakan proses bisnis internal perusahaan agar selaras dengan perubahan eksternal perusahaan yang cukup dinamis. 

Arsitektur bisnis ini banyak digunakan oleh perusahaan untuk memetakan proses bisnis internal perusahaan, hal ini sangat bermanfaa tuntuk didayagunakan terhadap pengembangan IT perusahaan, perencanaan SDM, perencanaan produksi, perencanaan pemasaran, dll.

Pembicara :
  1. Ir. MathiyasThaib, MEB, PMCE
  2. Ir. EriLaksmono, MBA 

Tempat       : Marcantile Atheletic Club Penthouse
Tanggal       : 25-26  November  2014
Waktu         : 08.00 s/d 17.00 WIB
Investasi     : Rp. 2.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone       : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 5816359
Mobile       : 0858-1444-3062
Email        : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter      : @mikomunitas
Website    : www.mikomunitas.com

PERFORMANCE MANAGEMENT PROCESS


Saat ini banyak perusahaan menjadikan Balanced Scorecard sebagai rujukan didalam penyusunan manajemen kinerja perusahaan sampai diturunkan kepada KPI individu. Namun karena tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar, banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam implementasi, terutama di dalam mencari relasi antara tujuan strategi perusahaan dan kegiatan operasional perusahaan.

Pembicara :
  1. Ir. MathiyasThaib, MEB, PMCE
  2. Ir. EriLaksmono, MBA

Tempat       : Marcantile Atheletic Club Penthouse
Tanggal       : 18 -19  November  2014
Waktu         : 08.00 s/d 17.00 WIB
Investasi     : Rp. 2.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone       : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 5816359
Mobile      : 0858-1444-3062
Email         : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter      : @mikomunitas
Website    : www.mikomunitas.com

MENTAL TRANSFORMATION PROCESS



Apa yang disebutRevolusi Mental, tidak ada seorang pun yang dapat merumuskan secara persis sama, banyak penulis telah mencoba menguraikan hal ini secara deskriptif. Tetapi belum ada sebuah definisi atas deskripsi baku mengenai hal tersebut.

Untuk itu, marilah kita memahami rumusan oleh Prof. Marshal Mcluhantentang “MENTAL MODEL” ; ialah tindakan seseorang akan sangat ditentukan oleh persepsinya terhadap suatu persoalan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya.

Pembicara :
  1. Ir. MathiyasThaib, MEB, PMCE
  2. Ir. EriLaksmono, MBA
Tempat       : Marcantile Atheletic Club Penthouse
Tanggal      : 13  November  2014
Waktu         : 08.00 s/d 17.00 WIB
Investasi     : Rp. 1.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone       : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 5816359
Mobile       : 0858-1444-3062
Email         : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter       : @mikomunitas
Website     : www.mikomunitas.com

LEAN PROCESS BASIC


“LEAN PROCESS” atau “Proses anti boros” adalah sebuah metode kerja yang membuat bangsa dan perusahaan jepang menjadi unggul secara berkelanjutan sampai saat ini di dunia. Siapa yang tidak mengenal Toyota sebagai sebuah industry otomotif dunia yang paling efisien,efektif dan produktif. Toyota Production System (TPS) adalah metode kerja untuk produksi maupunjasa yang saat ini menja ditrend dunia yang ditiru dan diserap oleh banyak perusahaan global baik di sector industry maupun jasa baik di barat maupun di asia.

Pembicara :

  1. Ir. MathiyasThaib, MEB, PMCE
  2. Ir. EriLaksmono, MBA
Tempat      : Marcantile Atheletic Club Penthouse
Tanggal     : 11  November  2014
Waktu        : 08.00 s/d 17.00 WIB
Investasi    : Rp. 1.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone       : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 5816359
Mobile       : 0858-1444-3062
Email        : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter      : @mikomunitas
Website    : www.mikomunitas.com

PEMBANGUNAN PENDIDIKAN UNTUK KEMAJUAN BANGSA

PRESIDEN dan wapres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla akan resmi mengambil alih pemerintahan pada 20 Oktober 2014 nanti. Ketika kampanye pemilihan presiden, pasangan itu mengusung banyak agenda pembangunan, antara lain pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pendidikan merupakan agenda pembangunan yang paling banyak menyedot perhatian publik. Pembangunan pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, harkat, dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam pembangunan pendidikan niscaya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.Pemerataan akses Konstitusi menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, yang harus diselenggarakan berdasarkan prinsip keadilan dan pemerataan. Pemerintah selaku pemegang mandat kekuasaan negara berkewajiban memenuhi hak dasar tersebut, dengan menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, pemerintah seyogianya memberi perhatian sungguh-sungguh pada sejumlah isu strategis pembangunan pendidikan, antara lain peningkatan akses dan perluasan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Dalam 10 tahun terakhir, capaian pembangunan pendidikan relatif baik, tecermin pada peningkatan angka partisipasi pada semua jenjang: dasar, menengah, dan tinggi. Pada 2013, APM SD/MI/sederajat mencapai 95,8% dan SMP/MTs/sederajat sebesar 78,8%, sedangkan APK pada sekolah menengah dan perguruan tinggi masingmasing sebesar 78,7% dan 27,9%.

Meskipun tingkat partisipasi pendidikan membaik, muncul masalah kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok sosial-ekonomi dan antarwilayah. Kelompok masyarakat miskin belum mendapat layanan pendidikan yang setara dengan kelompok masyarakat kaya. Akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah timur juga masih terbatas sehingga tertinggal dari masyarakat yang berada di wilayah barat Indonesia. Bahkan kesenjangan terjadi antarkabupaten di dalam satu provinsi di seluruh wilayah Nusantara. Kesenjangan partisipasi pendidikan terjadi pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi, tecermin pada angka partisipasi sekolah (APS).

Data Susenas (2012) menunjukkan perbedaan APS sangat signifikan terlihat pada kelompok umur 13-15 tahun (SMP/MTs) dan makin mencolok pada kelompok umur 16-18 tahun (SMA/SMK/ MA). APS pada kelompok umur 16-18 tahun dari kuantil 1 (20% kelompok masyarakat paling miskin) baru mencapai 42,9%, sedangkan pada kuantil 5 (20% kelompok masyarakat paling kaya) sudah mencapai 75,3%. Kesenjangan partisipasi pendidikan dengan angka yang sangat fantastis terjadi pada kelompok umur 19-24 tahun (perguruan tinggi), masing-masing 4,8% dan 33,1% (lihat grafik).

Untuk mengatasi kesenjangan partisipasi pendidikan, pemerintahan Jokowi-JK akan melaksanakan program Wajib Belajar 12 Tahun. Program itu sesungguhnya sudah mulai dirintis pemerintahan sekarang melalui program pendidikan menengah universal, yang dilaksanakan sejak 2013.

Program Wajib Belajar 12 Tahun sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan:
  1. Memperluas pemerataan pendidikan dan mewujudkan keadilan sosial,
  2. Mengurangi kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok masyarakat,
  3. Meningkatkan daya saing nasional serta membangun dan mengembangkan kualitas bangsa, dan
  4. Mempersiapkan anak-anak didik dengan landasan keilmuan yang baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Program itu juga bernilai strategis untuk menciptakan lapisan critical mass dalam cakupan yang lebih luas dan mempersiapkan anak-anak didik (penduduk usia produktif) memasuki masa transisi antara meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi atau langsung masuk ke pasar kerja. Bagi penduduk usia sekolah yang memilih untuk memasuki pasar kerja, program Wajib Belajar 12 Tahun akan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sehingga diharapkan lebih produktif di dunia kerja.

Program itu juga dimaksudkan untuk menyiapkan landasan sosial yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Penduduk usia muda merupakan aset ekonomi sangat potensial untuk menopang produktivitas nasional, terutama terkait dengan pemanfaatan bonus de mografi. Dalam konteks demikian, pendidikan menengah merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan sosial-ekonomi, yang akan berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Peningkatan kualitas Pendidikan berkualitas ditentukan banyak faktor, antara lain ketersediaan saranapra sarana (gedung, ruang kelas, kantor) dan fasilitas pembelajaran (laboratorium dan peralatan, perpustakaan dan buku teks/bacaan), serta kecukupan jumlah guru menurut mata pelajaran dengan kompetensi tinggi. Dalam banyak hal, guru bahkan merupakan faktor determinan dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Namun, guru justru menjadi salah satu pokok masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Data 2012 menunjukkan secara nasional jumlah guru sudah mencukupi, tecermin pada rasio guru-murid yang rendah: SD 1:17, SMP 1:14, dan SMA/SMK 1:12. Bahkan untuk madrasah rasio guru-murid le bih kecil lagi, MI 1:12, MTs 1:10, dan MA 1:8 (data 2010). Rasio guru-murid yang rendah itu jelas sangat tidak efisien, antara lain karena banyak sekolah kecil dengan jumlah murid sedikit.Namun, yang menjadi akar masalah ialah sebaran guru tidak merata baik antarwilayah maupun antarsekolah.Guru dalam jumlah besar terkonsentrasi di ibu kota provinsi, kabupaten, dan kota-kota besar sehingga banyak daerah dan sekolah kekurangan guru.

Di era otonomi daerah, ketidakmerataan sebaran guru ini makin sulit diatasi karena kewenangan mengelola guru sepenuhnya berada di bawah pemerintah kabupaten/ kota. Pokok masalah dalam pengelolaan guru di era otonomi daerah lebih pada tataran politik. Karena itu, perlu pendekatan politis untuk memberi ruang yang lebih fleksibel bagi pertukaran dan perpindahan guru antardaerah dan antarsekolah. Dalam upaya membangun pendidikan yang berkuali tas, peran Lembaga Pen didikan Tenaga Kepen didikan (LPTK) sangat sentral sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk melahirkan guru-guru yang bermutu.

Namun, LPTK dinilai belum mampu mendidik calon-calon guru yang menguasai ilmu peda gogi sekaligus bidang ilmu (mata pelajaran) yang diampu. Karena itu, reformasi LPTK menjadi tak terelakkan yang dapat ditempuh dengan melakukan reorientasi program pendidikan prajabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG harus diselenggarakan dengan mengubah pola pendi dikan keguruan yang bertumpu pada kombinasi dua pendekatan: research-based teacher education dan school-based teaching experi ence. Pendekatan demikian sangat diperlukan agar para guru terbiasa melakukan riset dan mengajar berbasis pada pengalaman praktik di sekolah untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas.

Salah satu kritik terhadap pendidikan di Indonesia ialah hilangnya dua hal penting dalam proses pembelajaran: critical thinking dan analytical skill. Dua hal sangat elementer itu tidak mungkin tumbuh di kalangan siswa karena dalam proses pembelajaran guru cenderung menerapkan expository learning method dalam bentuk ceramah. Untuk itu, guru harus mengubah metode pembelajaran menjadi discovery learning approach, dengan memberi ruang bagi siswa untuk berdiskusi, melakukan investigasi, dan mengembangkan pikiran, yang berorientasi pada pengasahan daya intelektual, penalaran, dan analisis.

Pemerintahan Jokowi-JK harus menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Apabila bangsa Indonesia berhasil memajukan pendidikan, kualitas hidup masyarakat diharapkan makin meningkat sehingga kita dapat mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, makmur, dan modern.

Penulis : Amich Alhumami Antropolog - Penekun Kajian Pendidikan; Bekerja di Direktorat Pendidikan, Bappenas

MI/18 Oktober 2014/Halaman 8
Tantangan penembangan karier anda, segera bergabung disini  www.mikomunitas.com 

AMERIKA PUJI GAGASAN POROS MARITIM

Pembangunan bidang maritim diyakini dapat mendorong kesejahteraan rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.

DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake, menilai gagasan presiden terpilih Joko Widodo tentang poros maritim merupakan langkah tepat untuk peningkatan kesejahteraan dan mendorong Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Saya kira ide poros maritim yang digagas Pak Jokowi merupakan gagasan brilian. Itu sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan,“ papar Robert dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, gagasan itu, pertama, mampu meringankan ongkos produksi dan terjadi desentralisasi pembangunan ekonomi di semua wilayah. Kedua, maritim merupakan sektor utama yang harus dibangun karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Selanjutnya, ketiga, pembangunan sektor laut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi makro dan mikro sehingga Indonesia bisa lebih cepat menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Turut hadir dalam pertemuan itu, anara lain Ketua DPP Partai NasDem Maxi Gunawan, Siti Nurbaya Bakar, dan Enggartiasto Lukita. Juga dihadiri Political Conselir Kedubes AS untuk Indonesia, Mark D Clarck.

Lebih lanjut, Robert mengatakan pemerintah Amerika mendukung penuh gagasan tersebut karena dinilai mampu mendorong sektor ekonomi Indonesia. Sumber daya maritim Indonesia sangat luar biasa dan bisa memenuhi kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, Robert berharap kerja sama Indonesia dan Amerika bisa lebih erat lagi.“Kami memutuskan bertemu Pak Surya karena Partai NasDem mampu mendorong Pak Jokowi lebih baik di pemerintahan dan kerja sama luar negeri. Maka itu kami ingin kerja sama di bawah Presiden Jokowi lebih erat lagi. Indonesia dan Amerika memiliki masalah yang harus dihadapi bersama seperti perdamaian dunia, korupsi, dan terorisme,“ ujarnya.

Surya Paloh mengapresiasi dukungan pemerintah Amerika terhadap gagasan dan program pembangunan yang diusung pemerintahan Jokowi, seperti pembangunan maritim. “Mudah-mudahan itu semua memberikan benefid yang lebih baik bagi hubungan bilateral Indonesia-Amerika,“ tutur Surya.

Ia berharap hubungan baik kedua negara semakin ditingkatkan di era pemerintahan baru lima tahun ke depan.Pelemahan demokrasi Dalam kesempatan itu, Robert juga memaparkan bahwa pemerintah dan rakyat Amerika kecewa terahadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, pembangunan demokrasi yang awalnya patut dicontoh seluruh negara demokrasi termasuk Amerika, berbuntut kekecewaan akibat SBY membiarkan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

“Saya menerima keluhan dari pemerintah dan masyarakat Amerika soal pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Kami semua menilai itu pelemahan demokrasi yang awalnya paling baik di dunia.Itulah poin buruk bagi Presiden SBY,“ tukasnya.

Meski demikian, Robert mengaku pemerintah Amerika mengapresiasi proses Pilpres 2014 yang aman dan damai.“Indonesia sangat berhasil dalam pemilihan presiden yang demokratis, aman, dan damai,“ pungkasnya. (Cah/P-3)

cahya@mediaindonesia.com

MI/18 Oktober 2014/Halaman 4
 
Created by : Team mikomunitas
Copyright © 2012. MI Komunitas
Hak Paten : mikomunitas