Featured Post Today
print this page
Latest Post

PEMBANGUNAN PENDIDIKAN UNTUK KEMAJUAN BANGSA

PRESIDEN dan wapres terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla akan resmi mengambil alih pemerintahan pada 20 Oktober 2014 nanti. Ketika kampanye pemilihan presiden, pasangan itu mengusung banyak agenda pembangunan, antara lain pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Pendidikan merupakan agenda pembangunan yang paling banyak menyedot perhatian publik. Pembangunan pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, harkat, dan martabat bangsa. Keberhasilan dalam pembangunan pendidikan niscaya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.Pemerataan akses Konstitusi menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, yang harus diselenggarakan berdasarkan prinsip keadilan dan pemerataan. Pemerintah selaku pemegang mandat kekuasaan negara berkewajiban memenuhi hak dasar tersebut, dengan menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, pemerintah seyogianya memberi perhatian sungguh-sungguh pada sejumlah isu strategis pembangunan pendidikan, antara lain peningkatan akses dan perluasan pemerataan pendidikan yang berkualitas. Dalam 10 tahun terakhir, capaian pembangunan pendidikan relatif baik, tecermin pada peningkatan angka partisipasi pada semua jenjang: dasar, menengah, dan tinggi. Pada 2013, APM SD/MI/sederajat mencapai 95,8% dan SMP/MTs/sederajat sebesar 78,8%, sedangkan APK pada sekolah menengah dan perguruan tinggi masingmasing sebesar 78,7% dan 27,9%.

Meskipun tingkat partisipasi pendidikan membaik, muncul masalah kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok sosial-ekonomi dan antarwilayah. Kelompok masyarakat miskin belum mendapat layanan pendidikan yang setara dengan kelompok masyarakat kaya. Akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah timur juga masih terbatas sehingga tertinggal dari masyarakat yang berada di wilayah barat Indonesia. Bahkan kesenjangan terjadi antarkabupaten di dalam satu provinsi di seluruh wilayah Nusantara. Kesenjangan partisipasi pendidikan terjadi pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi, tecermin pada angka partisipasi sekolah (APS).

Data Susenas (2012) menunjukkan perbedaan APS sangat signifikan terlihat pada kelompok umur 13-15 tahun (SMP/MTs) dan makin mencolok pada kelompok umur 16-18 tahun (SMA/SMK/ MA). APS pada kelompok umur 16-18 tahun dari kuantil 1 (20% kelompok masyarakat paling miskin) baru mencapai 42,9%, sedangkan pada kuantil 5 (20% kelompok masyarakat paling kaya) sudah mencapai 75,3%. Kesenjangan partisipasi pendidikan dengan angka yang sangat fantastis terjadi pada kelompok umur 19-24 tahun (perguruan tinggi), masing-masing 4,8% dan 33,1% (lihat grafik).

Untuk mengatasi kesenjangan partisipasi pendidikan, pemerintahan Jokowi-JK akan melaksanakan program Wajib Belajar 12 Tahun. Program itu sesungguhnya sudah mulai dirintis pemerintahan sekarang melalui program pendidikan menengah universal, yang dilaksanakan sejak 2013.

Program Wajib Belajar 12 Tahun sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan:
  1. Memperluas pemerataan pendidikan dan mewujudkan keadilan sosial,
  2. Mengurangi kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok masyarakat,
  3. Meningkatkan daya saing nasional serta membangun dan mengembangkan kualitas bangsa, dan
  4. Mempersiapkan anak-anak didik dengan landasan keilmuan yang baik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Program itu juga bernilai strategis untuk menciptakan lapisan critical mass dalam cakupan yang lebih luas dan mempersiapkan anak-anak didik (penduduk usia produktif) memasuki masa transisi antara meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi atau langsung masuk ke pasar kerja. Bagi penduduk usia sekolah yang memilih untuk memasuki pasar kerja, program Wajib Belajar 12 Tahun akan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sehingga diharapkan lebih produktif di dunia kerja.

Program itu juga dimaksudkan untuk menyiapkan landasan sosial yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Penduduk usia muda merupakan aset ekonomi sangat potensial untuk menopang produktivitas nasional, terutama terkait dengan pemanfaatan bonus de mografi. Dalam konteks demikian, pendidikan menengah merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan sosial-ekonomi, yang akan berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Peningkatan kualitas Pendidikan berkualitas ditentukan banyak faktor, antara lain ketersediaan saranapra sarana (gedung, ruang kelas, kantor) dan fasilitas pembelajaran (laboratorium dan peralatan, perpustakaan dan buku teks/bacaan), serta kecukupan jumlah guru menurut mata pelajaran dengan kompetensi tinggi. Dalam banyak hal, guru bahkan merupakan faktor determinan dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Namun, guru justru menjadi salah satu pokok masalah yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Data 2012 menunjukkan secara nasional jumlah guru sudah mencukupi, tecermin pada rasio guru-murid yang rendah: SD 1:17, SMP 1:14, dan SMA/SMK 1:12. Bahkan untuk madrasah rasio guru-murid le bih kecil lagi, MI 1:12, MTs 1:10, dan MA 1:8 (data 2010). Rasio guru-murid yang rendah itu jelas sangat tidak efisien, antara lain karena banyak sekolah kecil dengan jumlah murid sedikit.Namun, yang menjadi akar masalah ialah sebaran guru tidak merata baik antarwilayah maupun antarsekolah.Guru dalam jumlah besar terkonsentrasi di ibu kota provinsi, kabupaten, dan kota-kota besar sehingga banyak daerah dan sekolah kekurangan guru.

Di era otonomi daerah, ketidakmerataan sebaran guru ini makin sulit diatasi karena kewenangan mengelola guru sepenuhnya berada di bawah pemerintah kabupaten/ kota. Pokok masalah dalam pengelolaan guru di era otonomi daerah lebih pada tataran politik. Karena itu, perlu pendekatan politis untuk memberi ruang yang lebih fleksibel bagi pertukaran dan perpindahan guru antardaerah dan antarsekolah. Dalam upaya membangun pendidikan yang berkuali tas, peran Lembaga Pen didikan Tenaga Kepen didikan (LPTK) sangat sentral sebagai institusi yang bertanggung jawab untuk melahirkan guru-guru yang bermutu.

Namun, LPTK dinilai belum mampu mendidik calon-calon guru yang menguasai ilmu peda gogi sekaligus bidang ilmu (mata pelajaran) yang diampu. Karena itu, reformasi LPTK menjadi tak terelakkan yang dapat ditempuh dengan melakukan reorientasi program pendidikan prajabatan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). PPG harus diselenggarakan dengan mengubah pola pendi dikan keguruan yang bertumpu pada kombinasi dua pendekatan: research-based teacher education dan school-based teaching experi ence. Pendekatan demikian sangat diperlukan agar para guru terbiasa melakukan riset dan mengajar berbasis pada pengalaman praktik di sekolah untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas.

Salah satu kritik terhadap pendidikan di Indonesia ialah hilangnya dua hal penting dalam proses pembelajaran: critical thinking dan analytical skill. Dua hal sangat elementer itu tidak mungkin tumbuh di kalangan siswa karena dalam proses pembelajaran guru cenderung menerapkan expository learning method dalam bentuk ceramah. Untuk itu, guru harus mengubah metode pembelajaran menjadi discovery learning approach, dengan memberi ruang bagi siswa untuk berdiskusi, melakukan investigasi, dan mengembangkan pikiran, yang berorientasi pada pengasahan daya intelektual, penalaran, dan analisis.

Pemerintahan Jokowi-JK harus menjadikan bidang pendidikan sebagai prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Apabila bangsa Indonesia berhasil memajukan pendidikan, kualitas hidup masyarakat diharapkan makin meningkat sehingga kita dapat mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, makmur, dan modern.

Penulis : Amich Alhumami Antropolog - Penekun Kajian Pendidikan; Bekerja di Direktorat Pendidikan, Bappenas

MI/18 Oktober 2014/Halaman 8
Tantangan penembangan karier anda, segera bergabung disini  www.mikomunitas.com 

AMERIKA PUJI GAGASAN POROS MARITIM

Pembangunan bidang maritim diyakini dapat mendorong kesejahteraan rakyat dan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia.

DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake, menilai gagasan presiden terpilih Joko Widodo tentang poros maritim merupakan langkah tepat untuk peningkatan kesejahteraan dan mendorong Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.

“Saya kira ide poros maritim yang digagas Pak Jokowi merupakan gagasan brilian. Itu sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan,“ papar Robert dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, gagasan itu, pertama, mampu meringankan ongkos produksi dan terjadi desentralisasi pembangunan ekonomi di semua wilayah. Kedua, maritim merupakan sektor utama yang harus dibangun karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Selanjutnya, ketiga, pembangunan sektor laut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi makro dan mikro sehingga Indonesia bisa lebih cepat menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Turut hadir dalam pertemuan itu, anara lain Ketua DPP Partai NasDem Maxi Gunawan, Siti Nurbaya Bakar, dan Enggartiasto Lukita. Juga dihadiri Political Conselir Kedubes AS untuk Indonesia, Mark D Clarck.

Lebih lanjut, Robert mengatakan pemerintah Amerika mendukung penuh gagasan tersebut karena dinilai mampu mendorong sektor ekonomi Indonesia. Sumber daya maritim Indonesia sangat luar biasa dan bisa memenuhi kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, Robert berharap kerja sama Indonesia dan Amerika bisa lebih erat lagi.“Kami memutuskan bertemu Pak Surya karena Partai NasDem mampu mendorong Pak Jokowi lebih baik di pemerintahan dan kerja sama luar negeri. Maka itu kami ingin kerja sama di bawah Presiden Jokowi lebih erat lagi. Indonesia dan Amerika memiliki masalah yang harus dihadapi bersama seperti perdamaian dunia, korupsi, dan terorisme,“ ujarnya.

Surya Paloh mengapresiasi dukungan pemerintah Amerika terhadap gagasan dan program pembangunan yang diusung pemerintahan Jokowi, seperti pembangunan maritim. “Mudah-mudahan itu semua memberikan benefid yang lebih baik bagi hubungan bilateral Indonesia-Amerika,“ tutur Surya.

Ia berharap hubungan baik kedua negara semakin ditingkatkan di era pemerintahan baru lima tahun ke depan.Pelemahan demokrasi Dalam kesempatan itu, Robert juga memaparkan bahwa pemerintah dan rakyat Amerika kecewa terahadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, pembangunan demokrasi yang awalnya patut dicontoh seluruh negara demokrasi termasuk Amerika, berbuntut kekecewaan akibat SBY membiarkan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

“Saya menerima keluhan dari pemerintah dan masyarakat Amerika soal pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Kami semua menilai itu pelemahan demokrasi yang awalnya paling baik di dunia.Itulah poin buruk bagi Presiden SBY,“ tukasnya.

Meski demikian, Robert mengaku pemerintah Amerika mengapresiasi proses Pilpres 2014 yang aman dan damai.“Indonesia sangat berhasil dalam pemilihan presiden yang demokratis, aman, dan damai,“ pungkasnya. (Cah/P-3)

cahya@mediaindonesia.com

MI/18 Oktober 2014/Halaman 4

BERSATU MEMBANGUN BANGSA

Pertemuan Jokowi dan Prabowo langsung mendongkrak nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan.

PRESIDEN terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto kebanjiran apresiasi. Kesedia an keduanya untuk merajut silaturahim yang sempat terkoyak oleh rivalitas di pilpres itu dinilai sangat positif bagi terciptanya kembali persatuan sebagai syarat utama membangun bangsa.

Dengan kerendahan hati, Jokowi berinisiatif menemui Prabowo dan dengan kebesaran jiwa, Prabowo menyambutnya. Pertemuan pun terjadi di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jaksel, kemarin.

Itulah pertemuan pertama sejak Jokowi dan Prabowo bersaing sengit dalam pilpres 9 Juli lalu. Dalam pertemuan itu pula Prabowo untuk kali pertama mengucapkan selamat kepada Jokowi yang bakal dilantik sebagai presiden, Senin (20/10), sekaligus berjanji untuk mendukung pemerintahan mendatang.

Guru bangsa Syafii Maarif menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo amat menyejukkan di tengah panasnya situasi politik akhir-akhir ini. “Saya senang karena pemimpin bisa membuka hati.Pak Prabowo sudah mengu capkan selamat (kepada Jokowi),“ ucapnya di Yogyakarta, kemarin.

Ia mengingatkan tantangan bangsa sangat berat sehingga persatuan dari seluruh elemen menjadi keniscayaan.“Pertemuan ini sangat bagus agar semuanya baik, terjaga, dan kondusif.“

Apresiasi juga diberikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.“Saya mengucapkan selamat atas pertemuan itu. Ini ialah manifestasi dari kenegarawanan bangsa ini,“ ujarnya seusai acara silaturahim tokoh nasional di Jakarta.

Ia yakin rekonsiliasi di tataran elite akan mendorong rekonsiliasi di akar rumput. Din berharap, Jokowi melanjutkan silaturahim dengan elite lain yang berseberangan dengannya, termasuk Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais.

Harapan senada dilontarkan Ketua MPR Zulkif li Hasan. Jokowi sendiri menyatakan akan terus melakukan safari dengan menemui tokoh-tokoh politik. Sikap nyata Budayawan Franz Magnis Suseno berpandangan pertemuan di Kertanegara, kemarin, sangat bagus bagi bangsa. “Namun, rekonsiliasi harus ditunjukkan dengan sikap nyata. Yang saya baca, Prabowo dalam pertemuan itu mengatakan akan mendukung Jokowi selama programnya prorakyat. Saya kira itu pernyataan yang positif dan tentu harus dilaksanakan,“ tandas Romo Magnis.

Bukti bahwa pertemuan Jokowi dan Prabowo berdampak positif langsung terlihat dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di level 12.090, atau naik 170 poin. Begitu pula indeks harga saham gabungan ditutup pada 5.028,946, atau naik 77,332 poin (1,562%).

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, pertemuan Jokowi dan Prabowo bisa menjadi awal terciptanya iklim usaha yang kondusif. “Langkah awal rekonsiliasi untuk membangun bangsa sudah dilakukan. Ini menunjukkan kita masih bisa bersatu.“

Pertemuan Jokowi dan Prabowo berlangsung selama 20 menit dalam suasana cair. Saat memberikan keterangan pers, keduanya saling melempar canda.Ketika Jokowi mengaku telah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Prabowo, misalnya, Prabowo langsung menyela. “Jangan sebut usianya berapa, ya,“ ujarnya sambil tertawa bersama Jokowi.

Prabowo yang kemarin berumur 63 tahun memuji Jokowi sebagai patriot yang memiliki kesamaan visi dengannya, yakni ingin mempertahankan NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia pun akan berusaha untuk menghadiri pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla.(AI/Wib/Ind/Pol/X-9) ardi@mediaindonesia.com 

MI/18 Oktober 2014/Halaman 1

EFFECTIVE WORKING HABITS



Materi Pelatihan :
  • Tiga pembunuh produktivitas kerja 
  • Tindakan manusia dipengaruhi oleh cara berpikir manusia 
  • Enam pola pikir yang salah yang membuat orang tidak berprestasi 
  • Bagaimana caranya mempertahankan motivasi kerja agar tetap tinggi dan konsisten ?
  • Bagaimana cara melakukan “Goal Setting”?
  • Berbagai langkah-langkah membangun kebiasaan efektif ditempat kerja

Metode Pelatihan :
Presentasi Fasilitator -  Simulasi & Games -  Self Assessment -  Diskusi Kelompok  -  Film

Pembicara  : Freddway International Learning
Tanggal       :
  • Jakarta, 24 - 24 Oktober 2014.
  • Karawang, 27- 28 Oktober 2014.
  • Tangerang, 29 - 30 Oktober 2014.

Waktu          : Jam 09.00  s/d 16.00
Tempat        : Hotel 
Investasi      : Rp. 3.250.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone        : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 - 5816359
Email          : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter       : @mikomunitas
Website     : www.mikomunitas.com

FINANCE FOR NON-FINANCE BACKGROUND


Materi Pelatihan :
  • Teknik membaca dan menganalisa laporan keuangan secara cepat dan tepat
  • Monitor “rambu-rambu” aspek keuangan operasional
  • Pengaruh hasil analisa dan interpretasi atas keputusan bisnis
  • Trik untuk mendeteksi staff akunting Anda bekerja sesuai dengan prinsip akuntansi yang benar
  • Hal-hal yang harus diwasdai sehubungan dengan aspek perpajakan
  • Praktek membaca, menganalisa dan menginterpretasikan laporan keuangan untuk mengambil keputusan
Pembicara  : Freddway International Learning
Tanggal       :
  • Karawang, 24 Oktober 2014.
  • Tangerang, 31 Oktober 2014.
Waktu          : Jam 09.00  s/d 16.00
Tempat        : Hotel 
Investasi      : Rp. 2.500.000 / peserta

Infomasi dan  Pendaftaran :
Phone        : 021 - 5824886 (direct ) Fax : 021 - 5816359
Email          : mikomunitas@mediaindonesia.com
Twitter       : @mikomunitas
Website     : www.mikomunitas.com

KERAMAHAN PERLU DITINGKATKAN

Wisatawan sering mengeluhkan perilaku masyarakat atau pedagang di sekitar destinasi wisata yang justru mengganggu kenikmatan mereka dalam berwisata. Pariwisata amat berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif yang ujung-ujungnya dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola baik dan tepat.

MASYARAKAT Indonesia diharapkan bisa memperbaiki perilaku mereka saat menghadapi wisatawan Nusantara dan mancanegara, sebab meski Indonesia punya segalanya untuk berkompetisi dengan negara lain, masalah keramahan bisa membuat perkembangan pariwisata di Indonesia jadi terhambat.

“Hospitality (keramahan) masyarakat harus segera diperbaiki agar wisatawan lebih banyak datang ke destinasi wisata di Indonesia,'' kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar ketika memaparkan buku terbarunya berjudul Bulding Wow: Indonesia Tourism and Creative Industry, di Jakarta, kemarin.

Acara bedah buku itu dipandu Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar sebagai moderator. Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong dan pakar pemasaran sekaligus CEO MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya menjadi pembahas.

Sapta mengatakan wisatawan sering mengeluhkan perilaku masyarakat atau pedagang di sekitar destinasi wisata.Lantaran bernafsu menjual produk industri kreatif kepada wisatawan, pedagang dan masyarakat lokal justru sering mengganggu kenikmatan mereka. 

“Padahal, industri kreatif di lokasi wisata merupakan pilar ekonomi masa depan.'' Ia menambahkan, pariwisata amat berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif yang ujungujungnya dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola baik dan tepat. Data Kemenparekraf misalnya menyebutkan pengeluaran 8,6 juta wisatawan asing pada tahun lalu setara dengan Rp98,21 triliun. Kemudian, pengeluaran dari pergerakan 248 juta wisatawan Nusantara tahun lalu, Rp176,32 triliun.

Bahkan, produk domestik bruto (PDB) pariwisata tahun lalu menyumbang 3,88% dari total PDB sebesar Rp9.084 triliun atau sekitar Rp347,35 triliun.
“Walau terbilang masih kecil, industri pariwisata termasuk tahan banting serta tidak terlalu terpengaruh berbagai krisis ekonomi yang melanda dunia.Karena itu, kami menargetkan pada 2020 jumlah kunjungan wisatawan asing 20 juta orang ke Indonesia,'' papar Sapta.

Untuk mencapai angka itu, kata Sapta, selain keramahan, pemerintah mesti memperbaiki promosi dan infrastruktur beberapa destinasi pariwisata.Strategi pemasaran Sementara itu, Usman Kansong berpendapat buku yang ditulis Sapta kaya data, argumentasi, dan strategi bidang pariwisata. “Saya harap, media bisa dilibatkan menyebarluaskan gagasan ini,'' paparnya.

Usman menambahkan, tantangan lain pariwisata Indonesia di masa depan selain masalah infrastruktur serta kesiapan masyarakat ialah menjadikan semua pihak yang terlibat di bidang tersebut sejalan. “Elemen pemerintahan harus sejalan dengan regulasi,'' tambahnya.

Di sisi lain, Hermawan Kartajaya menambahkan pentingnya strategi baru pemasaran. “Kini trennya bergerak menjadi lebih horizontal, inklusif, dan sosial.Bukan hanya level enjoyment dan experience, melainkan pada tahap bagaimana pariwisata dapat melahirkan engagement, sehingga wisatawan bisa menjadi advokat atau pemasar pariwisata Indonesia,“ ujar dia. (H-2) emir@mediaindonesia.com

MI/15 Oktober 2014/Halalamn 15
Lihat Gallery Foto disini atau ke link ini : https://plus.google.com/u/0/photos/111777127347518273916/albums/6070295219847314241

BEDAH BUKU KARYA SAPTA NIRWANDAR



Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menjelaskan tentang buku karyanya berjudul “Building WOW Indonesia Tourism and Creative Industry” didampingi CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya.

Hadir pula Direktur pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong dan Kepala Divisi pemberitan Media Indonesia Abdul Khohar, dalam diskusi bedah buku di Gedung Media Indonesia Kedoya Jakarta, 14 Oktober 2014.

Melalui buku itu, Sapta Nirwandar menuangkan ide dan gagasannya dalam mengelola kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Indonesia secara WOW (revolusioner).



















Dari kiri : CEO MarkPlus Hermawan Kartajaya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, Direktur pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong dan Kepala Divisi pemberitan Media Indonesia Abdul Khohar

Lihat gallery foto disini atau link ini  : https://plus.google.com/u/0/photos/111777127347518273916/albums/6070295219847314241
 
Created by : Team mikomunitas
Copyright © 2012. MI Komunitas
Hak Paten : mikomunitas