IKUTI LOMBA FOTO "GURU BAGIMU NEGERI" SEGERA DAFTAR, GRATIS.

MEDIA MASA DIANGGAP KURANG APRESIASI CAPAIAN PEMERINTAH

Metrotvnews.com, Bukittinggi: Hubungan Masyarakat (humas) pemerintah sejatinya bisa menjadi solusi di tengah maraknya ketimpangan konten media konvensional di masyarakat. Apalagi, konten media konvensional sering ditunggangi kepentingan pemilik media yang berkecimpung di dunia politik.



“Politisi semakin intensif menguasai bisnis media,” kata Dirjen Informasi dan Komunikasi Pubik Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung dalam Bimbingan Teknis (Binteks) Bakohumas di Bukittinggi, Selasa (7/5).
Menurutnya, isi media cenderung memberitakan bad news is good news. Bahkan, media swasta, kontennya cenderung kurang memberikan apresiasi terhadap capaian penyelenggara negara.

“Sementara media penyiaran publik seperti TVRI dan RRI, belum mampu membentuk opini publik melalui agenda setting, seperti pengemasan informasi penting yang bisa menjadi perhatian publik,” ujar Freddy.

Dia menambahkan, ada beberapa masalah konten media yang menggelayut di ruang publik saat ini antara lain, radikalisme, kekerasan, pornografi, mistis, hedonis, konsumerisme, sinis, pesimis, dan narsis. “Humas harus memahami mengerti betul dengan perkembangan media. Humas harus mampu menyusun agenda setting,” cetus Freddy.

Di sisi lain, ruang publik juga kian demokratis. Sebab itu, humas jangan hanya jadi penerima berita, melainkan pembuat berita.


Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Ade Alawi mengatakan, humas semestinya bekerja memosisikan diri sebagai wartawan dalam hal kerja publikasi.

"Humas masih banyak yang membikin kopi untuk atasan, sibuk memfotokopi bahan untuk pimpinan, dan lainnya. Padahal, itu bukan pekerjaan humas. Peran Humas adalah mengomunikasikan kebijakan strategis lembaganya," ujar Tenaga Ahli Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkoinfo Subagio.


Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong mengapresiasi forum pertemuan itu. “Forum-forum ini bisa memahami sesama kita. Harus diperbanyak,” kata Usman.

Dia menambahkan, humas bisa memahami peran dan haknya. “Sudah tak zamannya lagi humas takut kepada wartawan. Humas bisa menggunakan hak jawab dalam hal verifikasi. Kalau tidak, mengadu ke Dewan Pers,” ujarnya. (Yose Hendra)

Editor: Henri Salomo Siagian

Share this article :

DAPATKAN SEGERA BUKU JURNALISME KEBERAGAMAN

Jadwal Training/Pelatihan lainnya