BUKU JURNALISME KEBERAGAMAN

DISKUSI KEHUMASAN PEMERINTAH PASCA PILPRES 2014

"KEMENKOMINFO AKTIF MENCIPTAKAN SUASANA AMAN PASCA PILPRES 2014"

Dari kiri : Dirjen Informasi dan Komunkasi Publik Freddy H. Tulung, Deputi 1 Koordinasi Politik Dalam Negeri Komenkopolhukam Mayjen TNI Yoedhi Swastono dan Kepala Divisi Humas POLRI Irjen Ronny Franky Sompoi , sebelum menjadi pembicara dalam Diskusi Kehumasan Pemerintah Pasca-Pilpres 2014, Bersama membangun Bangsa di Jakarta (18/7/2014)


KEMENTERIAN Komunikasi dan Informa tika (Kemenkominfo) menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keaman an (Kemenko Pol hu kam), serta Polri untuk membahas polemik pasca-Pilpres 2014. Pembahasan yang diprakarsai Forum Kehumasan Pemerintah itu telah berlangsung dalam sebuah diskusi bertajuk Pasca-Pemilu Presiden, Bersama Membangun Bangsa, di Hotel Millenium, Jakarta (18/07/2014)

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi tersebut, antara lain, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Freddy H Tulung, Direktur Ke mitraan Komunikasi Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik Dedet Surya Nandika, Deputi I Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Mayjen Yoedhi Swastono, dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny Franky Sompie
.


Acara dibuka oleh Freddy H Tulung melalui sambutan singkat.

Dalam Sambutannya, ia mengungkapkan, dalam masa transisi pemerintahan, khususnya pascapilpres, masih terdapat banyak hal yang perlu menjadi sorotan. Salah satunya kesimpangsiuran informasi terkait pemilu. Masyarakat dibuat bingung dengan banyak pemberitaan yang beredar. Ia mencontohkan hasil quick count berbagai lembaga survei yang memperlihatkan hasil berbeda-beda.

“Ada persoalan penafsiran yang berbeda-beda, khususnya informasi yang beredar di media. Ada 56 lembaga survei yang terdaftar di KPU, Objek yang disurvai sama, akan tetapi hasilnya ada perbedaan signi´Čükan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Freddy menambahkan di tengah kesimpangsiuran informasi tersebut tidak adil jika humas, baik di pemerintahan maupun swasta, tidak menyampaikan informasi yang objektif, tanpa terjebak oleh polemik yang ada,“ tutur Freddy. 

Freddy H.Tulung mengatakan perlu menciptakan suasana yang kondusif dalam masyarakat, terutama saat pemilu. Pasalnya, ada rumor yang berkembang di masyarakat, terutama melalui media massa dan media sosial. 

“Di sinilah pentingnya peran humas terutama humas pemerintah, dan juga humas swasta untuk memberikan informasi yang objektif tanpa terjebak dalam polemik yang ada,” kata Freddy saat memberikan sambutan dalam acara Forum Kehumasan Pemerintah, di Jakarta, kemarin. 

Terkait posisi Kemenkominfo dalam pemilihan presiden, ia menjelaskan bahwa tugas pemerintah sesuai dengan UU Pemilu, wajib membantu KPU sebagai penyelenggara. “Karena kami Kominfo, bertanggung jawab membantu KPU dalam dua hal, yakni mem-back up dalam mengembangkan sistem IT dan mem-back up dalam bentuk sosialisasi,” jelas Freddy. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam suasana pemilu kali ini, tugas Kominfo membantu KPU sebagai penyelenggara pemilu dan juga menjalankan fungsi pemerintah untuk menciptakan suasana yang kondusif. 

“Kita tahu sekarang ini perkembangan cukup menarik di satu sisi terasa aman, tetapi rumor di jejaring sosialpun menonjol, mulai dari negative campaign sampai black campaign,“ ujarnya. 

Karena itu, sambung Freddy yang juga Ketua Umum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas), menciptakan suasana tenang dalam masyarakat. 

“Kami di keanggotaan ada 800 humas pemerintah dan ditambah humas swasta, melalui jaringan masing-masing menyebarkan informasi-informasi minimal untuk meneduhkan isu-isu yang berkembang di jejaring sosial,“ tuturnya. 

Sementara itu, sambung Freddy, tema yang diangkat dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat pascapilpres, lebih mengutamakan bagaimana menciptakan kebersamaan. “Pascapilpres, berkembang cukup banyak rumor dan menimbulkan beberapa kelompok yang khawatir karena itu masyarakat perlu diberikan ketenangan,“ jelasnya. 

Pengamanan dengan sistem ring 

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen. Ronny F. Sompie mengatakan Polri akan mengerahkan pengamanan yang ketat di Komisi Pemilihan Umum dan sekitar saat pleno penetapan perolehan suara Pilpres 2014 pada 22 Juli nanti dengan sistem "ring".

"Khusus di KPU pusat, kita amankan dengan sistem ring dari ring I yakni di tempat perhitungan rekapitulasi, ring II dan seterusnya sampai ring IV," kata Ronny. 

Menurut Ronny, pengamanan khusus di KPU karena disana merupakan tempat perhitungan akhir dari hasil pemungutan suara Pilpres yang telah digelar 9 Juli 2014 lalu. 

"Sampai saat ini masih melakukan pengamanan termasuk penjagaan di titik-titik rawan. Di jakarta ada 40 titik ditempatkan anggota, jumlahnya variasi. Di pintu masuk jakarta disiapkan di tujuh titik dari arah Jawa Barat dan tiga titik dari arah Banten yang dibantu Polda setempat untuk antisipasi ada masa bergerak dari sana," jelas Ronny. 

Terdapat 277.538 anggota keamanan yang merupakan gabungan dari personel Polri maupun TNI. Polri mengerahkan 254.088 personel Pam, Mabes Polri sebanyak 4.511 personel, Pasukan Pam tambahan dikerahkan 1.053 anggota dan Polda sebesar 248.524. 

Sedangkan personel non-Polri yang bergabung di Polda maupun Polres sebanyak 23.450 orang dan anggota TNI 23.450 orang yang siap untuk diperbantukan. 

"Polri berupaya melakukan tugasnya sesuai tugas pokok, fungsi, dan peran polri didalam memberikan keamanan, perlindungan kepada penyelenggara pemilu, tim sukses, kedua pasangan calon, masyarakat, dan siapa saja yang ada kaitannnya dengan pelaksanaan Pilpres ini," jelas Ronny. 

Deputi I Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Mayjen Yoedhi Swastono menjelaskan telah berkoordinasi dengan Polri dan aparat keamanan. Ia memastikan situasi pada 22 Juli akan aman dan kondusif.

Gallery foto selengkapnya dapat dilihat /download di goole di link ini >

https://plus.google.com/u/0/photos/102665495303768772485/albums/6037768307120790977
atau di Facebook MI Komunitas di link ini >
https://www.facebook.com/mi.komunitas/media_set?set=a.338923276259115.1073741853.100004243354470&type=3
 
Share this article :

Jadwal Training/Pelatihan lainnya