MEDIA INDONESIA PUBLISHING

BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN SDM HUMAS

Dedet Surya Nandika (kiri) dan Usman Kansong (kanan)

Di era Orde Baru, pola distribusi informasi termasuk pemberitaan media diatur secara rigid. Namun, kini masyarakat dimanjakan dengan akses tak terbatas terhadap tiap informasi yang ingin diketahui.

Untuk itu, diperlukan kecakapan seluruh elemen yang terlibat dalam proses pemberitaan, termasuk para humas. Pasalnya, humas merupakan bagian dari garda terdepan sebuah lembaga dalam membentuk citra dan mempromosikan program-program lembaga.

Hal itu disampaikan Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dedet Surya Nandika.

''Jadi penting sekali untuk meningkatkan kapasitas humas. Selama ini, humas, terutama humas lembaga pemerintah, terkesan kurang efektif mengomunikasikan program yang belum, sedang, dan akan dikerjakan pemerintah kepada publik,'' jelas Dedet dalam program bimbingan teknis peningkatan SDM humas di Tangerang, kemarin.

Kegiatan yang digelar oleh Kemenkominfo bekerja sama dengan Media Indonesia itu bertujuan meningkatkan kinerja staf kehumasan di lembaga pemerintahan seluruh Indonesia. ''Ini kegiatan tahunan. Kali ini temanya teknik penulisan advertorial dan fotografi.''

Dedet menambahkan, distribusi informasi yang baik berdampak positif pada kehidupan sosial dan demokrasi. Terlebih, pemerintahan mendatang mengisyaratkan akan memberi porsi signifikan terhadap peran media dalam pengambilan keputusan dan mencerdaskan masyarakat.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Usman Kansong, yang juga menjadi narasumber di acara itu membawakan topik penulisan advertorial. Ia menjelaskan, sering kali pembaca enggan membaca iklan yang lugas, sehingga banyak iklan dikemas dalam bentuk tulisan atau berita.

''Ternyata iklan model native advertisement itu sering kali lebih berpengaruh daripada iklan-iklan biasa.Advertorial penting untuk berkomunikasi dengan masyarakat.''

Abdul Khohar (Kadiv Pemberitaan Media Indonesia) yang selalu  hadir sebagai narasumber menyatakan "Siaran Pers pada hakikatnya merupakan berita yang ditulis staf atau pejabat humas yang kemudian dibagikan/dikirim kepada wartawan/media dengan harapan dapat dimuat di media bersangkutan, untuk itu pejabat humas perlu dibekali teknik penulisan siaran pers yang baik. 

Di era globalisasi yang serba cepat ini, media masa cetak dan elektronik berlomba untuk merebut perhatian masyarakat . Visualisasi merupakaan pilihan utama untuk menarik perhatian, Orang cenderung lebih suka mendengar dan melihat jika dibandingkan dengan membaca banyak tulisan, oleh karena itu Humas harus memberikan porsi yang besar pada visualisasi agar masyarakat lebih mudah mencerna berita, demikian dikatan Hariyanto (Kadiv Artistik dan Foto Media Indonesia) yang juga hadir sebagai narasumber pada BIMTEK kali ini.

Penutupan dan Foto bersama
Share this article :

BUKU JURNALISME KEBERAGAMAN

Jadwal Training/Pelatihan lainnya