MEDIA INDONESIA PUBLISHING SERVICE

MEMBANGUN MEDIA CENTER YANG IDEAL


Efektivitas media center daerah baru terlihat saat daerah tersebut menjadi tuan rumah acara tingkat nasional atau internasional.

SEBAGAI pusat informasi dan komunikasi, peran media center teramat penting. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan organisasi mana pun memperhitungkan keberadaan media center sebagai organ penting di dalam strukturnya.

Di pemerintahan, media center berperan sebagai humas pemerintah yang diwujudkan dalam wadah pelayanan informasi pemerintah berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 

Dengan berawal dari gagasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), media center menjelma menjadi pusat layanan informasi dan komunikasi publik, yang mendukung humas pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

“Media center diciptakan untuk memenuhi kebutuhan wartawan dan mahasiswa dalam memposting berita mengenai suatu daerah tersebut. Selain itu, juga memfasilitasi suatu daerah yang bekerja sama dengan pemda setempat,“ ungkap Direktur Pengelolaan Media Publik Kemenkominfo, Sunaryo, kepada Media Indonesia saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/11).

Media center dirancang untuk mengembangkan pelayanan informasi kepada publik sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat, cepat, mudah, dan terjangkau. Keberadaan media center juga merupakan sebuah satuan sinergi yang melekat pada 
lembaga informasi dan informatika tiap daerah yang membutuhkan.

Secara nasional, sebut Sunaryo, pemerintah terus memegang komitmen dalam usaha memfasilitasi serta memberi pelayanan informasi publik sesuai dengan amanah Pasal 28 UUD 1945. 

“Dari 2007 hingga 2013 tercatat sudah ada 170 lokasi media center yang telah tersebar di provinsi dan kabupaten-kabupaten seluruh Indonesia. Untuk melaksanakan program ini, kami tentunya juga bekerja sama dengan pihakpihak swasta seperti organisasi masyarakat Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pramuka,“ ungkapnya.

Ia melanjutkan, media center memiliki beberapa fungsi.Pertama, menjadi sarana pertukaran informasi antarmedia center di daerah masingmasing, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, dengan ormas, juga media center daerah dengan Kemenkominfo melalui portal berita infopublik serta tabloid Komunika.

Fungsi kedua menjadi diseminasi informasi publik sebagai sarana penyebaran informasi yang berkaitan dengan program dan kebijakan pemerintah secara langsung maupun tidak langsung yang memberikan dampak pada masyarakat.

Selanjutnya, fungsi ketiga media center ialah sebagai pelayanan informasi dan komunikasi publik, khususnya untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi dan komunikasi melalui sarana dan prasarana yang dimiliki media center Kemenkominfo. 

Standar pelayanan Sunaryo mengungkapkan sejumlah daerah begitu antusias untuk mewujudkan media center di wilayah masing-masing. Banyak permohonan yang disetujui para bupati dan diajukan ke Kemenkominfo. Namun, hanya beberapa yang sudah disetujui.

“Rencananya kita akan membuat lokasi media center baru di daerah yang sangat membutuhkan, tapi sekarang dibatasi APBN-nya. Fokus kami terutama akan menjangkau wilayah perbatasan, daerah rawan konflik, daerah pascabencana, kemudian daerah terbelakang,“ ungkapnya.

Dari sisi infrastruktur, media center setidaknya memiliki 7 unit PC dan 1 netbook. Dari sisi konten, dalam setahun, Kemenkominfo mengadakan 3 kali pelatihan berita, 4 kali pelatihan foto, serta melatih penulisan media online.Narasumber yang memberikan pelatihan biasanya dari reporter senior di Jakarta serta dari Kemenkominfo.

“Biasanya saya mengajari untuk bagian pengelola kehumasan mulai dari cetak hingga tabloid serta cara penulisan yang baik.Peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan usianya efektif. 

Selain itu, diajari unsur-unsur apa yang ada dalam berita. Tentunya kami juga menyarankan agar dapat membuat berita yang membangun dan mendidik,“ paparnya.

Ada beberapa parameter yang menentukan apakah media center tersebut sudah ideal atau tidak, antara lain harus mudah diakses publik, terdapat di pusat keramaian, serta dapat memberikan layanan informasi dan komunikasi publik secara tepat. Jam operasional media center yang efektif seharusnya ialah mulai pukul 08.00 sampai pukul 18.00.

“Tapi, saya memberikan apresiasi pelayanan publik yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai larut, berarti pelayanan informasinya jalan. Ini terjadi di Pinrang, Sulawesi Selatan, dan di daerah Kota Batam,“ ungkapnya.

Tak hanya media center. Sunaryo menjelaskan humas daerah juga wajib memiliki website sendiri, tabloid, atau majalah mingguan yang berisi informasi daerah.

“Diharapkan, setiap daerah membuat tabloid serta stiker yang berisi tentang promosi tempat wisata maupun perkembangan daerah,“ ucapnya. (Deo/S-25) irmaniar@mediaindonesia.com

========================================================================
Gabung bersama MI. Komunitas untuk mengikuti berbagai pelatihan dan anda akan mendapatkan bonus berlangganan Koran Media Indonesia selama 3 bulan (gratis) Lihat jadwal pelatihannya DISINI
Share this article :

BUKU JURNALISME KEBERAGAMAN

Jadwal Training/Pelatihan lainnya




 
Created by : MI Komunitas
Copyright © 2012. MI Komunitas
Hak Paten : MI Komunitas