MEDIA INDONESIA PUBLISHING SERVICE

PU-PERA BIDIK 13 FOTO RUMAH TERBAIK DALAM LOMBA FOTO PUPR2017

 Juri lomba foto Membangun Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera, Direktur Galeri Foto Jurnalistik Antara Oscar Motuloh (kanan), Sekretaris Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Lukman Hakim (tengah), dan Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia Hariyanto memilih foto pemenang, di Jakarta, kemarin. 
Foto: MI/PancaSyurkania

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bersama Dari Balik Lensa Media Indonesia mencari 13 dari 2.161 karya fotografi sebagai juara tiga teratas dan 10 juara harapan.

Gambar yang diinginkan yakni menceritakan rumah menjadi tempat berteduh yang mendamaikan, menguatkan jiwa sosial, dan menunjukkan kesejahteraan.

“Foto itu harus menggambarkan rumah tidak hanya tempat bernaung, tapi juga tempat bertumbuhnya kehidupan, kesejahteraan, dan hubungan antarmanusia, juga dengan lingkungannya,” terang juri sekaligus Kepala Divisi Foto dan Artistik Media Indonesia, Hariyanto, di sela penjurian fi nal lomba foto bertajuk Membangun Rumah Layak Huni Menuju Masyarakat Sejahtera, di Jakarta, kemarin.

Direktur Galeri Foto Jurnalistik Kantor Berita Antara, Oscar Motuloh, menjelaskan peserta dituntut menggambarkan hunian yang menarik dan mengandung makna yang kental.

“Kita sedang mencari foto yang laik huni. Itu bukan hanya bermakna harfiah, tapi mengandung makna kata kerja. Proses seleksi ini sangatlah sulit karena mencari foto yang memenuhi unsur tadi, jadi bukan sekadar gambar rumah,” kata dia.

Sekertaris Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PU-Pera Lukman Hakim menjelaskan rumah merupakan salah satu komponen kesejahteraan yang harus terungkap dalam foto. Kalau bisa, rumah bukan sebagai benda mati, melainkan benda hidup.

“Jadi foto yang kita cari bukan hanya deretan rumah, melainkan juga ada pesan rumah itu tempat persemaian budaya, kesejahteraan, merajut kehidupan rumah tangga, dan tempat kita berkumpul. Jadi bukan hanya keindahan warna, melainkan juga bagaimana pesan yang tadi diwujudkan dalam gambar,” papar dia.

Dia juga mengatakan gambar yang dinanti ialah yang mengandung pesan toleransi dan ada pesan sebagai pelindung dan merajut masa depan. “Harus alami bukan setting-an dan menginterpretasikan tema perlombaan, itu penting,”pungkasnya.

Lomba foto yang diselenggarakan Kementerian PU-Pera dengan komunitas Dari Balik Lensa Media Indonesia telah membuka pendaftaran sejak 11 sampai 19 Agustus dan berhasil menyedot 2.161 karya fotografi yang di-ikuti 844 peserta. Proses seleksi sudah memasuki babak final dengan memilih 13 karya terbaik. (Cah/E-4)-MI.
Share this article :

BUKU JURNALISME KEBERAGAMAN

Jadwal Training/Pelatihan lainnya




 
Created by : MI Komunitas
Copyright © 2012. MI Komunitas
Hak Paten : MI Komunitas